Minggu, 15 Oktober 2017

Tugas Etika Profesi

1. Kepakaran seorang sarjana teknik industri diarahkan untuk memiliki kemampuan pemecahan masalah yang kuat dan sistemik dengan pendekatan multi-disiplin tentunya dalam kerangka keilmuan teknik industri. Keilmuan teknik industri sendiri merupakan keilmuan teknik yang unik karena telah mengandung pendekatan multi-disiplin dalam pendefinisian keilmuannya. Suatu penguasaan pengetahuan di bidang tertentu disebut juga kepakaran. Ada juga yang mengatakan bahwa kepakaran merupakan pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan, membaca dan pengalaman. Sedangkan kepakaran seorang sarjana teknik industri dapat dikatakan sebagai keahlian khusus (kompetensi) yang harus dimiliki seorang sarjana teknik industri. Seorang professional teknik industri seringkali membanggakan kompetensinya dalam berbagai hal mulai dari proses perancangan produk, perancangan tata-cara kerja sampai dengan mengembangkan konsep-konsep strategis untuk mengembangkan kinerja industri.

2. Tuliskan karakter-karakter tidak ber-ETIKA menurut kalian dalam kehidupan sehari-hari!
Jawab:
A. Egois, seorang dengan karakter egois cenderung mengutamakan kepentingan dirinya sendiri di atas kepentingan orang lain dan selalu menganggap dirinya yang paling benar.
B. Tempramental, orang dengan karakter tempramental cenderung akan dengan mudah menghujat dan menyalahkan orang lain dengan cara yang tidak beretika seperti membentak, memaki ataupun berlaku kasar dan lain-lain.
C. Pendendam, orang yang pendendam akan susah untuk memaafkan terlebih melupakan kesalahan orang lain. Hal tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi hubungan dengan orang di sekitarnya.
D. Iri hati, seseorang yang iri hati tidak akan senang jika melihat orang lain senang dan justru akan senang jika orang lain sedang mengalami kesusahan. Sehingga tanpa disadari orang yang iri hati akan melakukan berbagai cara untuk selalu menjadi “lebih” dibandingkan dengan orang lain. E. Sombong, kesombongan adalah hal yang paling dibenci dalam lingkungan masyarakat. Seseorang yang sombong selalu merasa dirinya paling hebat sehingga dengan sengaja sering melontarkan atau melakukan tindakan yang dapat merendahkan dan menyinggung orang lain.

3. Tuliskan aktivitas tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja (beri 5 contoh dan analisa) berdasarkan pendapat pribadi. Jawab Aktivitas yang tidak ber-ETIKA professional dalam bekerja beberapa diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Tidak menjaga kerahasiaan perusahaan. Contoh: seorang staff membocorkan desain produk baru pada staff perusahaan lain. Staff perusahaan lain tersebut melaporkan desain produk tersebut sehingga desain produk ditiru oleh perusahaan lain. Hal tersebut menyebabkan perusahaan mengalami kerugian karena desain produknya sudah tersebar dan ditiru oleh perusahaan lain.
b. Menggunakan jabatan sebagai senjata utama. Contoh: seorang direktur yang selalu memerintah dan menerima hasil pekerjaan bawahannya tanpa memberikan apresiasi terhadap karyawannya. Hal tersebut menimbulkan hubungan yang kurang baik antara bawahan dengan atasannya.
c. Mencuri peralatan kantor. Contoh: staff yang membawa pulang peralatan-peralatan tulis dari kantor untuk kepentingan pribadinya. Padahal peralatan tersebut digunakan untuk bersama dengan rekan kerja kantor lainnya.
d. Membuat surat keterangan palsu. Contoh: staff yang membuat surat keterangan sakit palsu agar bisa pergi liburan ke luar kota. Padahal untuk bisa liburan, staff tersebut bisa mengambil waktu cuti, tidak perlu mengada-ngada, hal tersebut membuat pekerjaan kantor semakin menumpuk dan membebani rekan kerja lainnya.
e. Tidak bertanggung jawab dalam menjalankan tugas. Contoh: staff yang melakukan pekerjaannya separuh-paruh dan menyuruh rekannya untuk melanjutkan pekerjaannya. Hal tersebut membuat hasil pekerjaan menjadi tidak maksimal karena pekerjaan dilakukan oleh campur tangan orang lain yang bukan menjadi pekerjaannya.



Minggu, 08 Oktober 2017

TUGAS SOFTSKILL PENGERTIAN ETIKA PROFESI

TUGAS SOFTSKILL PENGERTIAN ETIKA PROFESI

1. Pengertian Etika
Menurut James J. Spillane Etika ialah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambi suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain. Menurut Soegarda Poerbakawatja etika merupakan sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan.

Aristoteles mengemukakan etika kedalam dua pengertian yakni: Terminius Technicus & Manner and Custom. Terminius Technicus ialah etika dipelajari sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia. Sedangkan yang kedua yaitu,  manner and custom ialah suatu pembahasan etika yang terkait dengan tata cara & adat kebiasaan yang melekat dalam kodrat manusia (in herent in human nature) yang sangat terikat dengan arti “baik & buruk” suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

Berdasarkan ketiga pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa etika merupakan pertimbangan keputusan mengenai baik dan buruknya suatu perilaku, tingkah laku, atau perbuatan manusia berdasarkan penggunaan akal budi manusia.

2. Pengertian Profesi dan Profesionalisme
Profesi adalah kata serapan dari sebuah kata dalam bahasa Inggris “Profess”, yang dalam bahasa Yunani adalah “Επαγγελια”, yang bermakna: “Janji untuk memenuhi kewajiban melakukan suatu tugas khusus secara tetap/permanen”. Profesi adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus. Suatu profesi biasanya memiliki asosiasi profesi, kode etik, serta proses sertifikasidan lisensi yang khusus untuk bidang profesi tersebut. Menurut Siti Nafsiah, profesi adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan sebagai sarana untuk mencari nafkah hidup sekaligus sebagai sarana untuk mengabdi kepada kepentingan orang lain atau orang banyak yang harus diiringi pula dengan keahlian, ketrampilan, profesionalisme, dan tanggung jawab. Contoh profesi adalah pada bidang hukum, kedokteran, keuangan, militer,teknik dan desainer.

Menurut Kiki Syahnarki, profesionalisme adalah roh yang menggerakan, mendorong, mendinamisasi dan membentengi TNO dari tendensi penyimpangan serta penyalahgunaannya secara Internal maupun eksternal. Menurut Onny S. Prijono, Profesionalisme adalah kemampuan untuk memasuki ajang kompetisi sebagai antisipasi menghadapi globalisasi. Seseorang yang memiliki suatu profesi tertentu, disebut profesional. Walaupun begitu, istilah profesional juga digunakan untuk suatu aktivitas yang menerima bayaran, sebagai lawan kata dariamatir. Contohnya adalah petinju profesional menerima bayaran untuk pertandingan tinju yang dilakukannya, sementara olahraga tinju sendiri umumnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

3,Pengertian Etika Profesi

Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat disimpulkan bahwa Etika profesi adalah sikap etis sebagai bagian integral dari sikap hidup dalam menjalankan kehidupan sebagai pengemban profesi serta mempelajari penerapan prinsip-prinsip moral dasar atau norma-norma etis umum pada bidang-bidang khusus (profesi) kehidupan manusia. Etika profesi Berkaitan dengan bidang pekerjaan yang telah dilakukan seseorang sehingga sangatlah perlu untuk menjaga profesi dikalangan masyarakat atau terhadap konsumen (klien atau objek). Etika profesi memilikikonsep etika yang ditetapkan atau disepakati pada tatanan profesi atau lingkup kerja tertentu, contoh : pers dan jurnalistik, engineering (rekayasa), science, medis/dokter, dan sebagainya.

Kamis, 27 April 2017

Analisis Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta


Analisis Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta


    Perairan Wediombo Kabupaten Gunung Kidul yang telah ditetapkan sebagai Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Daerah pada tahun 2013. Pemanfaatan wilayah Pantai Wediombo oleh masyarakat sebagai lokasi pendaratan ikan dan pariwisata mengakibatkan peningkatan tekanan terhadap ekosistem perairan khususnya terumbu karang. Sebagai common property, kerusakan ekosistem terumbu karang tidak dirasakan sebagai kerugian ekonomi sehingga eksploitasi dari manfaat ekosistem terumbu karang menjadi tidak terkendali. 
        Pengelolaan Pantai Wediombo menjadi tantangan bagi stakeholder untuk dapat mengoptimalkan pemanfaatan jasa lingkungan bagi kesejahteraan masyarakat. Salah satu komponen upaya pengelolaannya yaitu dengan melakukan pemantauan kondisi terumbu karang di Pantai Wediombo. Valuasi ekonomi ekosistem termbu karang merupakan instrumen untuk menilai produk dan jasa yang dihasilkan oleh ekosistem terumbu karang. Pada penelitian diperoleh hasil prosentase tutupan terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar 25,29% dengan status kondisi rusak sedang. nilai ekonomi aktual ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar Rp. 634.553.504,-, sedangkan nilai manfaat sekarang dari ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo sebesar Rp. 20.304.872,-. Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas dapat disimpulkan dampak positif dan dampak negatif yang dihasilkan dari pemanfaatan ekosistem terumbu karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta antara lain :

1. Dampak Positif :

  • Terumbu karang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Selain sumber pangan, terumbu karang juga merupakan sumber pendapatan bagi masyarakat pesisir.
  • Bagi berbagai spesies ikan, terumbu karang merupakan tempat asuhan, tempat memijah dan tempat mencari makan.
  • Bagi para pelancong, terumbu karang merupakan daya tarik wisata yang mengundang kekaguman karena keindahannya.
2. Dampak Negatif :
  • Eksploitasi dari manfaat ekosistem terumbu karang menjadi tidak terkendali sehingga merusak ekosistem terumbu karang tersebut.
  • Hewan yang bergantung pada karang dapat menjadi langka.
  • Terjadi pengaruh terhadap ekonomi masyarakat nelayan.
      Berdasarkan dari dampak negatif diatas dapat dicegah dengan cara mengupayakan perlindungan dan pelestarian ekosistem perairan khususnya ekosistem terumbu karang dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Pencadangan kawasan Pantai Wediombo dan sekitarnya merupakan langkah yang tepat untuk upaya pengelolaan sumberdaya pesisir dan laut yang lebih baik.


Daftar Pustaka :
Maulana, Heriawan, Sutrisno Anggoro dan Bambang Yulianto. 2016. Kajian Kondisi dan Nilai Ekonomi Manfaat Ekosistem Terumbu Karang di Pantai Wediombo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. 

Jumat, 04 November 2016

PROPOSAL PENELITIAN ANALISA PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU

PROPOSAL PENELITIAN
ANALISA PERENCANAAN PENGENDALIAN BAHAN BAKU

logo_gunadarma.jpg







Disusun Oleh  :
            Kelompok                   : 7 (Tujuh)
Nama   Anggota          : 1. Aldo Fajar Rinofa             /   30414759
                                      2. Angga Dwi Prakoso          /   31414193
                                      3. Herry Agus Prianto           /   34414957
                                      4. M. Abdul Dhohir              /   36414210
                                                  5. Ronald Nurton S.              /   36412672
Kelas                           : 3ID12


LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
BEKASI
2016

Daftar isi

Proposal Penelitian……………………………………………
1)      Pendahuluan…………………………………………..
1.1.            Latar Belakang………………………………….
1.2.            Indentifikasi Masalah……………………………
1.3.            Perumusan Masalah……………………………..
1.4.            Tujuan penelitian……………………………….
1.5.            Batasan Masalah………………………………..
1.6.            Sistematik penulisan……………………………

2)      Tinjauan pustaka…………………………………….

3)      Metode Penelitian…………………………………….

3.1.      Objek Penelitian…………………………………………..
3.1.1.   Studi Pustaka……………………………………
3.2.      Metode Pengumpulan Data……………………..
3.2.1.   Alat Penelitian ………………………………….
3.2.2.   Pengumpulan Data………………………………
3.2.3.   Pembahasan dan Analisa Hasil………………….






BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Persediaan (inventory) adalah salah satu aset yang sangat mahal dalam suatu perusahaan. Pada satu sisi, manajemen perusahaan menghendaki biaya yang tertanam pada persediaan itu minimum, namun di lain pihak manajemen juga harus menjaga agar persediaan tidak habis dan mengganggu proses produksi yang berjalan.Manajemen harus mengatur agar perusahaan berada pada suatu kondisi yang dapat memenuhi kedua kepentingan tersebut. Yang dikategorikan sebagai persediaan adalah raw materials, work in process dan finished goods. Setiap perusahaan memiliki jenis, perencanaan dan sistem pengendalian peersediaan yang spesifik. Persoalan utama dalam pengelolaan persediaan ini terkandung dalam dua pertanyaan utama, yaitu: berapa banyak harus disediakan dan kapan penyediaan itu dilakukan.
Perkembangan dunia industri dewasa ini semakin maju,  hal itu terbukti dengan makin banyaknya industri-industri baru yang mengelolah berbagai macam produk. Dengan demikian kebutuhan akan faktor-faktor produksi pasti bertambah banyak.  Kegiatan perusahaan memiliki hubungan yang sangat erat dengan kegiatan produksi.  Perusahaan mengadakan kegiatan produksi untuk memenuhi permintaan pasar,  sedangkan untuk melakukan kegiatan produksi perusahaan tersebut membuhtuhkan bahan baku Persediaan (inventory) adalah salah satu aset yang sangat mahal dalam suatu perusahaan. Pada satu sisi, manajemen perusahaan menghendaki biaya yang tertanam pada persediaan itu minimum, namun di lain pihak manajemen juga harus menjaga agar persediaan tidak habis dan mengganggu proses produksi yang berjalan.
Manajemen harus mengatur agar perusahaan berada pada suatu kondisi yang dapat memenuhi kedua kepentingan tersebut. Yang dikategorikan sebagai persediaan adalah raw materials, work inprocess dan finished goods. Setiap perusahaan memiliki jenis,  perencanaan dan sistem pengendalian peersediaan yang spesifik. Persoalan utama dalam pengelolaan persediaan ini terkandung dalam dua pertanyaan utama, yaitu: berapa banyak harus disediakan dan kapan penyediaan itu dilakukan.

1.2  Indentifikasih Masalah
Dari uraian pada bagian Pendahuluan terlihat bahwa masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan dalam penerapan Analisa perencanaan bahan Baku adalah:
  • Analisa perencanaan pengendalian bahan baku untuk menerapkan proses produksi yang masih sangat sedikit dan terlalu umum, sehingga mengakibatkan hasil yang didapat tidak spesifik.  Karena pada awalnya produk yang diinginkan tidak begitu jelas, sehingga setiap industri-industri dalam hal ini industri kecil yang terlibat tidak tahu persis hal apa yang diinginkan sebagai keluaran atau output dari suatu proses produksi

1.3  Perumusan Masalah
Dari uraian pada pendahuluan terlihat bahwa masalah yang akan dihadapi oleh industri-industri kecil dalam penerapan perencanaan dan strategi dalam proses produksi antara lain :
  • Bagaimana  perencanaan membangun sistem manajemen, pasar, kualitas dan strategi diindustri kecil  agar dapat menjawab permintaan pasar : Pemasaran, kualitas, dan strategi memang harus dibangun, mengapa demikian? Karena suatu industri tanpa sistem diatas industri itu tidak dapat bertahan lama. karena sistem  inililah yang menjadi dasar suatu industri untuk dapat bersaing dengan industri –industri besar dalam hal proses produksi yang meliputi input, proses, dan output. Apalagi permintaan pasar yang begitu banyak dan bervariasi sehingga industri-industri sedikit susah menjawab permintaan pasar
  • Bagaiamana sistem manajemen keuangan dan pemasaran dalam menganalisa perencanaan pengendalian bahan baku yang secara efektif : permasalahan yang cukup serius yang biasanya terjadi di industri-industri  tanpa terkecuali yaitu sistem yaitu sistem manajemen keuangan dan pemasaran yang bekerja kurang efektif sehingga perusahaan tersebut mengalami kerugian yang dimana biaya produksi yang dikeluarkan lebih besar dari hasil produksi serta pemanfaatan waktu, material, modal, mesin dan manusia kurang efektif.  Sehingga produk yang dikeluarkan itu tidak sesuai dengan permintaan pasar dan kualitasnya kurang bagus
  • Bagaimana strategi dan perencanaan proses produksi dapat diaplikasi di industri-industri kecil : bukan hanya teori dan analisa semata yang dibicarakan, tetapi diaplikasikan di perencanaan dan pengendalian untuk industri-industri kecil, sehingga industri kecil tersebut bisa mengatasi persaingan di era Globalisasi ini sehingga produk yang dihasilkan oleh industri kecil bisa masuk pemasaran internasional

1.4  Tujuan Penelitian 
Tujuan Penelitian Antara lain :
  • Membangun system manajemen dan pemasaran di industri kecil agar dapat menjawab permintaan pasar
  • Membangun system manajemen dan pemasaran agar produksi dapat berjalan secara efektif
  • Menerapkan strategi dan perencanaan serta mengaplikasikanya di industri kecil
  • Agar produksi tepat sasaran
  • Meningkatkan kualitas produk





1.5  Batasan Masalah
  • Sistem manajemen dan pemasaran diindustri kecil dibangun berdasarkan permintaan pasar
  • Penerapan strategi dan perencanaan produksi mencakup input, proses, dan output
  • Langkah induk produksi didasarkan pada hasil peramalan permintaan

1.6  Manfaat Penelitian
  • Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut : Melalui penelitian ini menambahkan pengetahuan bagi penelitian dengan membandingkan pengetahuan yang diperoleh secara teoritis dengan kenyataan yang sebenarnya
  • Memberikan gambaran secara jelas kepada industri kecil guna menghadapi dunia Globalisasi

1.7  Sistematik Penulisan
Untuk mempermudah penulisan dalam menulis proposal tugas akhir ini, maka penulisan memerlukan sistematika dan terstuktur yang jelas guna dalam penyusunan laporan tidak terjadi kesalahan dan tumpang tindih antara topik dan pembahasannya.









BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


Memuat teori-teori yang berhubungan dengan penilitian,  juga dapat diulas penelitian atau publikasi bidang sejenis sebelumnya. Pada bab ini akan dijelaskan mengenai kajian literatur untuk mengetahui tentang dasar teori serta kajian-kajian yang telah dilakukan oleh peniliti sebelumnya.
1.      Perencanaan dan strategi proses produksi adalah proses mendefenisikan suatu carauntuk mencapai suatu tujuan dalam kegiatan menghasilkan suatu barang atau jasa. Perencanaan dan strategi proses produksi itu sendiri meliputi:
  • Input : Masukan  yang  berupa material  atau bahan  baku yang  kemudian  diolah  menjadi  bahan  setengah  jadi  dan  bahan  jadi.  Di Input  sendiri  sangat  berpengaruh      terhadap  proses produksi,  karena  kalau  material yang  masuk kualitasnya  tidak bagus yang secara   otomatis pasti berpengaruh pada Output atau  keluaranya  yang  berupa barang.  Namun   tidak hanya kualitas yang dipermasalahkan tetapi juga waktu dan biaya yang digunakan untuk material itu sendiri.
  • Proses : Urutan  suatu  pelaksanaan  atau  kejadian  yang  terjadi  secara alami  atau didesain yang mencakup waktu, ruang, mesin, modal, manusia, Metode dan manajemen.
  • Output : keluaran dari suatu proses yang berbentuk barang atau jasa. Disini suatu perusahaan harus benar-benar melihat perkembangan pasar dan kebutuhan konsumen, tujuanya agar produk yang dihasilkan itu terjual dipasaran dan sesuai dengan permintaan  konsumen.

Perencanaan dan strategi proses produksi ini sangat penting bagi industri-industri kecil dalam menghadapi  zaman Globalisasi.  Karena kalau perencanaan  dan  strategi  proses  produksi  ini tidak  diterapkan  dari sekarang  yang  secara  otomatis pasti  indutstri-industri kecil akan lumpuh dalam menghadapi arus Globalisasi dan perdagangan  bebas  ini.  Apalagi produk yang dihasilkan oleh industri-industri kecil tersebut masih di bawah standar internasional.  Selain itu juga industri-industri kecil tersebut harus berani mengambil  suatu  tindakan  guna menghadapi zaman Globalisasi dan perdagangan sehingga produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan industri-industri besar dan industri-industri luar. Selain itu tujuan Menerapkan perencanaan dan strategi ini meliputi :
  • Menentukan Tujuan dari perencanaan dan strategi di industri kecil itu sendiri
  • Memilih item  demand  yang  akan  diramalkan, plot data kedalam diagram pencar.
  • Memilih metode perencanaan dan perencanaan strategi yang sesuai dengan pola data untuk tujuan yang telah ditetapkan.













BAB III
METODE PENELITIAN


3.1. Objek Penelitian
Penelitian dilakukan di industri-industri kecil yang bergerak di bidang manufaktur Di sekitar Kebun jeruk, Jakarta Barat.  Penelitian dilakukan mulai dari material yang masuk sampai produk dihasilkan.

3.1.1. Studi Pustaka
Studi pustaka yang digunakan dalam penelitian ini ada dua macam yaitu studi pustaka induktif dan deduktif. Kajian induktif adalah kajian pustaka yang bermakna untuk menjaga keaslian penelitian dan bermanfaat bagi peneliti untuk menjadi kekinian topik penelitian. Kajian ini diperoleh dari jurnal, proseding, seminar, majalah dan lain sebagaianya. Pada kajian induktif dapat diketahui perkembangan penelitian, batas-batas dan kekurangan penelitian terlebih dahulu. Juga untuk mengetahui perkembangan metode-metode mutakhir yang pernah dilakukan peniliti lain. Kajian deduktif membangun konseptual yang mana fenomena-fenomena atau parameter-parameter yang relevan sistematika, diklasifikasikan dan dihubung-hubungkan sehingga bersifat umum. Kajian deduktif merupakan landasan teori yang dipakai sebagai acuan untuk memecahkan masalah penelitian.

3.2. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang diteliti, ada berbagai metode yang digunakan yaitu :
  • Sumber data primer, melalui wawancara langsung (interview) yaitu mengadakan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan masalah yang akan diteliti, dalam hal ini adalah pihak perusahaan dari bagian manajemen, marketing  dan  teknisi.
  • Sumber data sekunder, yaitu mengamati jalanya proses produksi, melihat dari studi pustaka yang berhubungan dengan perencanaan dan strategi proses produksi.

3.2.1. Alat Penelitian
Alat-alat yang digunakan dalam penelitian antara lain :
  1. Lembar kerja untuk mencatat data-data bahan baku yang digunakan
  2. Peralatan menulis seperti : pena, pensil dan spidol
  3. Serta alat penunjang lainnya

3.2.2. Pengumpulan Data
Pengumpulan data yang dibutuhkan dilakukan dengan cara menhitung biaya yang masuk dan keluar selam setahun di perusahaan tersebut serta melakukan pengaamatan langsung dengan mengamati jalanya proses produksi.
Data-data yang dikumpulkan antara lain :
  1. Data umum perusahaan.
  2. Data kapasitas produksi perusahaan
  3. Data jumlah permintaan  produk

3.2.3. Pembahasan dan Analisa Hasil
Pada tahap ini dilakukan pembahasan hasil pengolahan data dengan menggunakan metode-metode yang telah diterangkan diatas, sehingga pada tahap analisa ini akan diperoleh penyelsaian yang ada.




DAFTAR PUSTAKA


  1. Perpustakaan Universitas Mercu Buana Jakarta Barat.
  2. http://www.Google.com
  3. http://aadesanjaya.blogspot.com/2011/07/contoh-proposal-skripsi.html
  4. www.wikipedia.com
  5. K.WILLIAM, “Spreadsheet Mini G4Econs”(2008), Washington DC


Rabu, 02 November 2016

Formulasi Masalah Dalam Penelitian

Formulasi Masalah Dalam Penelitian


Pengertian rumusan masalah adalah usaha untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan penelitian apa saja yang perlu dijawab atau dicarikan jalan pemecahan masalahnya. Rumusan masalah merupakan suatu penjabaran dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Dengan kata lain, rumusan masalah ini merupakan pertanyaan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti didasarkan atas identifikasi masalah dan pembatasan masalah. Suatu perumusan masalah yang baik berarti telah menjawab setengah pertanyaan atau dari masalah. Masalah yang telah dirumuskan dengan baik, tidak hanya membantu memusatkan pikiran, sekaligus juga mengarahkan cara berpikir kita.

Ada beberapa para ahli mendefinisikan tentang rumusan masalah, di antaranya:
A.      Menurut Pariata Westra (1981 : 263 ) bahwa “Suatu masalah yang terjadi apabila seseorang berusaha mencoba suatu tujuan atau percobaannya yang pertama untuk mencapai tujuan itu hingga berhasil.”
B.       Menurut Sutrisno Hadi ( 1973 : 3 ) “Masalah adalah kejadian yang menimbulkan pertanyaan kenapa dan kenapa.”
Rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi (Sugiyono).

Seperti telah dikemukakan bahwa rumusan masalah itu merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data. Bentuk-bentuk rumusan masalah penelitian ini di kembangkan berdasarkan penelitian menurut tingkat eksplanasi. Bentuk masalah dapat dikelompokkan kedalam bentuk masalah deskriptif, komparatif, dan asosiatif.
Tujuan Utama Penelitian Ilmiah yaitu untuk mencari hubungan atau membedakan dua variabel atau lebih secara konsepsional. Oleh karena itu, rumusan masalah sebaiknya dikaitkan dengan tujuan tersebut. Peneliti sebaiknya menggunakan kata-kata hubungan atau perbedaan, contohnya yaitu korelasi. Karena korelasi merupakan terminologi statistika.
Menurut Garis Besarnya, rumusan masalah dapat dibagi atas rumusan masalah deskriptif, rumusan masalah komparatif dan juga rumusan masalah asosiatif. Contoh-contoh rumusan masalah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Deskriptif
Rumusan masalah Deskriptif
Rumusan masalah deskriptif adalah suatu rumusan masalah yang berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Jadi dalam penelitian ini penelitian tidak membuat perbandingan variabel itu pada sampel yang lain, dan mencari hubungan variabel itu dengan variabel yang lain. Penelitian semacam ini untuk selanjutnya dinamakan penelitian deskriptif. Contohnya adalah:
– Berapa persen tingkat disiplin kerja di peternakan A ?
– Seberapa jauh efektivitas kerja di peternakan A ?

2. Komparatif
Rumusan komparatif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. Contohnya adalah:
– Bagaimana perbedaan disiplin kerja di peternakan A dengan di peternakan B ?
– Apakah terdapat perbedaan efektivitas kerja di peternakan A dengan peternakan B ?

3. Asosiatif
Rumusan masalah asosiatif adalah rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Contohnya adalah:
– Apakah terdapat hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?
– Bagaimana hubungan antara peternakan A dan peternakan B ?

Rumusan Masalah dapat Berupa Pernyataan ataupun Pertanyaan

Merumuskan masalah penelitian ini dapat dilakukan dalam bentuk pernyataan (problem statement) dan juga dalam bentuk pertanyaan (research question).

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:
Petunjuk Menulis Rumusan Masalah PTK
Sebagaimana yang ditulis oleh Sukajati (2008), bahwa pada intinya, rumusan masalah seharusnya mengandung deskripsi tentang kenyataan yang ada dan keadaan yang diinginkan. Dalam merumuskan masalah PTK, ada beberapa petunjuk yang dapat digunakan sebagai acuan yang disarikan dari Suyanto (1997) dan Sukarnyana (1997).

Beberapa petunjuk tersebut antara lain:
Masalah hendaknya dirumuskan secara jelas, dalam arti tidak mempunyai makna ganda dan pada umumnya dapat dituangkan dalam kalimat tanya;
rumusan masalah hendaknya menunjukkan jenis tindakan yang akan dilakukan dan hubungannya dengan variabel lain;
Rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empirik, artinya dengan rumusan masalah itu memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan tersebut (operasional).
Selain itu, Wardhani, dkk (2007) mengingatkan bahwa Rumusan Masalah harus dirumuskan secara operasional sehingga perbaikan pembelajaran saat PTK dilaksanakan dapat terarah. Wiriatmadja (2008) menyarankan agar terhapus keraguan bahwa guru telah benar-benar memfokuskan permasalahan untuk diteliti, ada baiknya guru melakukan diskusi dengan guru teman sejawat, atau meminta bantuan dosen LPTK yang telah terbiasa menggunakan model penelitian tindakan ini.

Contoh Rumusan Masalah Penelitian
1. Jenis Penelitian: PTK
Judul : Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Kelas X dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw.

Rumusan masalah:
a. Bagaimanakah peningkatan aktivitas belajar fisika siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi pokok Listrik Dinamis?
b. Bagaimanakah peningkatan hasil belajar fisika dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi pokok Listrik Dinamis?

Beberapa contoh kesalahan kesalahan umum yang sering terjadi di dalam merumuskan masalah.
1. Berusaha mengumpulkan data tanpa perencanaan yang matang dengan harapan sesuatu pasti akan dapat timbul dari analisis.
2. Menggunakan data yang sudah dikumpulkan atau yang telah ada, kemudian dilanjutkan dengan mencari masalah yang kira kira cocok dengan data yang ada.
3. Merumuskan tujuan secara mengambang atau terlalu umum sehingga kesimpulannya juga bersifat umum. Akibatnya, tujuan menjadi kurang terpusat.
4. Melaksanakan penelitian tanpa mengadakan kajian pustaka terhadap penelitian lainnya yang relevan.
5. Melakukan penelitian ad-hoc, unik untuk suatu situasi khusus sehingga tidak memungkinkan perluasan (generalisasi) dan tidak menghasilkan sumbungan berarti dalam memajukan ilmu.
6. Melakukan penelitian tanpa landasan teori yang mapan untuk memberi kesempatan membandingkan hasilnya dan mengevaluasi kesimpulannya.
7. Dalam merumuskan hipotesis tidak mengkaji secara tuntas adanya kemungkinan hipotesis tandingan yang dapat menjaga interpretasi atau kesimpulan penelitian.
8. Tidak menyadari kekurangan metodologi penelitian yang digunakan, sehingga yang terjadi dapat membatasi penafsiran kesimpulan penelitian.

Referensi:

Husaini Usman dan Purnomo, 2008. Metodologi Penelitian Sosial. Penerbit PT Bumi Aksara : Jakarta.

Hadi, Sutrisno. 1973. Metodologi Reseach 1. Yogyakarta: Andi Offset.